seringkali kita mendengar seorang teman yang mengeluh tentang pekerjaannya, tentang bos yang di hadapinya bahkan masalah dengan teman sekerja. well, itulah dunia kerja dimana selalu terdapat beragam tipe orang2 bahkan tipe pekerjaan yang menurut kita tidak cocok dengan diri kita. namun, hal ini bukan berarti kita harus menyerah kepada keadaan bukan?
mendiskusikan dengan atasan mengenai pekerjaan yang tidak cocok dengan kita mungkin sedikit bisa membantu masa depan kita pada pekerjaan tersebut. namun, sebelumnya lihatlah dulu situasi dan kondisi dari pekerjaan tersebut. terkadang kita lupa bahwa potensi yang kita miliki sangat mendukung pekerjaan kita, namun tak sedikit kita menutup mata mengenai hal ini di karenakan comfort zone yang telah kita buat setelah sekitan lama di perusahaan. cobalah untuk sedikit demi sedikit asah dengan apa yang kita miliki saat ini agar bisa membantu kita lebih maju lagi di dalam pekerjaan tersebut tanpa harus mengeluh dengan apa yang kita hadapi. jika pekerjaan ini baru bagi kita maka cobalah untuk menyesuaikan diri pada pekerjaan tersebut tanpa memikirkan beban apa yang akan kita hadapi kedepannya. ingatlah bahwa "there's always first time for everyone". semua orang tidak akan pernah ahli di bidangnya tanpa melakukannya untuk pertama kali.
atasan yang terlalu menekan mungkin hampir di rasakan oleh semua orang di bumi ini. tapi bukan berarti berhenti dari pekerjaan tersebut merupakan jalan terbaik, melainkan kita gagal baik dalam diri sendiri maupun keluarga. seorang atasan memeliki wewenang penuh selama itu menyangkut pekerjaan kita dan perusahaan tempat kita bekerja. ambillah sisi positif dari atasan tersebut. kita jenuh pada atasan karena kita selalu melihat sisi negatif dari perintah atasan tersebut sehingga membuat kita stress bahkan depresi. cobalah untuk merubah pemikiran tersebut dan kita akan mampu menyesuaikan diri dengan atasan tersebut. tidak harus dengan cara "menjilat" namun pahami dan ikuti alur keinginan atasan kita yang untuk kedepannya kita bakal bisa lebih maju dalam pekerjaan kita saat ini.
tak sedikit dari kita mengalami yang namanya teman sekerja yang "menyebalkan" bahkan pembuat onar. hal ini bisa kita hadapi tanpa harus lari darinya. teman kerja seperti ini selalunya mencari kesalahan bahkan kejelekan dari diri kita, but hey, remember nobody's perfect in this world. trik yang perlu kita lakukan adalah, jadikan teman kerja tersebut cermin buat kita. semua kritikan, kata-kata yang dia lontarkan buat kita bisa menjadi bahan cerminan buat diri kita tanpa harus menjadi depresi dengan kata-kata tersebut. ambil segi positifnya karena, terkadang penilaian orang justru bisa membuat diri kita lebih baik dari sekarang, setuju?
saat awal kita membutuhkan pekerjaan ini dan disaat kita menghadapi masalah dalam pekerjaan bukan berarti kita lari dari pekerjaan tersebut. hadapilah masalah tersebut dan kita akan semakin bertambah wawasan dan pengetahuan darinya.
diantara semua itu, rasa syukur kepada Tuhan terhadap apa yang kita memiliki sangatlah penting. sebelum kita mengeluh ingatlah berapa juta manusia di dunia ini yang tidak memiliki pekerjaan seperti yang kita miliki saat ini. jadi mulailah bersyukur ^_^
mendiskusikan dengan atasan mengenai pekerjaan yang tidak cocok dengan kita mungkin sedikit bisa membantu masa depan kita pada pekerjaan tersebut. namun, sebelumnya lihatlah dulu situasi dan kondisi dari pekerjaan tersebut. terkadang kita lupa bahwa potensi yang kita miliki sangat mendukung pekerjaan kita, namun tak sedikit kita menutup mata mengenai hal ini di karenakan comfort zone yang telah kita buat setelah sekitan lama di perusahaan. cobalah untuk sedikit demi sedikit asah dengan apa yang kita miliki saat ini agar bisa membantu kita lebih maju lagi di dalam pekerjaan tersebut tanpa harus mengeluh dengan apa yang kita hadapi. jika pekerjaan ini baru bagi kita maka cobalah untuk menyesuaikan diri pada pekerjaan tersebut tanpa memikirkan beban apa yang akan kita hadapi kedepannya. ingatlah bahwa "there's always first time for everyone". semua orang tidak akan pernah ahli di bidangnya tanpa melakukannya untuk pertama kali.
atasan yang terlalu menekan mungkin hampir di rasakan oleh semua orang di bumi ini. tapi bukan berarti berhenti dari pekerjaan tersebut merupakan jalan terbaik, melainkan kita gagal baik dalam diri sendiri maupun keluarga. seorang atasan memeliki wewenang penuh selama itu menyangkut pekerjaan kita dan perusahaan tempat kita bekerja. ambillah sisi positif dari atasan tersebut. kita jenuh pada atasan karena kita selalu melihat sisi negatif dari perintah atasan tersebut sehingga membuat kita stress bahkan depresi. cobalah untuk merubah pemikiran tersebut dan kita akan mampu menyesuaikan diri dengan atasan tersebut. tidak harus dengan cara "menjilat" namun pahami dan ikuti alur keinginan atasan kita yang untuk kedepannya kita bakal bisa lebih maju dalam pekerjaan kita saat ini.
tak sedikit dari kita mengalami yang namanya teman sekerja yang "menyebalkan" bahkan pembuat onar. hal ini bisa kita hadapi tanpa harus lari darinya. teman kerja seperti ini selalunya mencari kesalahan bahkan kejelekan dari diri kita, but hey, remember nobody's perfect in this world. trik yang perlu kita lakukan adalah, jadikan teman kerja tersebut cermin buat kita. semua kritikan, kata-kata yang dia lontarkan buat kita bisa menjadi bahan cerminan buat diri kita tanpa harus menjadi depresi dengan kata-kata tersebut. ambil segi positifnya karena, terkadang penilaian orang justru bisa membuat diri kita lebih baik dari sekarang, setuju?
saat awal kita membutuhkan pekerjaan ini dan disaat kita menghadapi masalah dalam pekerjaan bukan berarti kita lari dari pekerjaan tersebut. hadapilah masalah tersebut dan kita akan semakin bertambah wawasan dan pengetahuan darinya.
diantara semua itu, rasa syukur kepada Tuhan terhadap apa yang kita memiliki sangatlah penting. sebelum kita mengeluh ingatlah berapa juta manusia di dunia ini yang tidak memiliki pekerjaan seperti yang kita miliki saat ini. jadi mulailah bersyukur ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar